Yogyakarta, 6 Februari 2026 – Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada kembali menggelar agenda akademik Seminar Proposal Tesis pada Senin (2/2) bertempat di Ruang Sidang C Lantai 5 Unit 1 Sayap Timur SPs UGM. Dalam kesempatan ini, Fuad Khalis Mahmud memaparkan rencana penelitiannya yang berjudul “Studi Kasus Komparatif Navigasi Dilema Pengungkapan Diri Disabilitas Tersembunyi dalam Mengakses Akomodasi yang Layak di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan Universitas Brawijaya”. Kegiatan ini didampingi oleh tim pembimbing yang terdiri dari Dr. Ir. Johanes Pramana Gentur Sutapa, M.Sc.Forest.Trop. dan Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D., yang memberikan masukan konstruktif untuk memperkuat metodologi studi kasus komparatif yang diusung.
Dalam presentasinya, Fuad menyoroti tantangan unik yang dihadapi oleh mahasiswa dengan disabilitas tersembunyi (hidden disabilities), di mana mereka sering kali terjebak dalam dilema antara mengungkapkan kondisi demi mendapatkan hak akomodasi atau menyembunyikannya untuk menghindari stigma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk membedah bagaimana dua institusi inklusi besar, UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Brawijaya, menavigasi dilema tersebut dalam penyediaan lingkungan yang inklusif. Melalui diskusi yang mendalam, seminar ini diharapkan mampu mempertajam instrumen penelitian agar dapat menangkap nuansa advokasi sistemik yang mendorong akses Akomodasi yang Layak (AyL). Hasil akhir penelitian ini diproyeksikan dapat memberikan rekomendasi kebijakan bagi manajemen perguruan tinggi untuk menciptakan sistem layanan yang lebih ramah dan sensitif terhadap seluruh mahasiswa disabilitas.
Kegiatan akademik ini mencakup beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs. Pertama, mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui upaya menciptakan akses pendidikan tinggi yang inklusif dan merata bagi semua, termasuk mahasiswa dengan kebutuhan khusus. Kedua, selaras dengan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities) karena berfokus pada penghapusan stigma dan penyediaan akomodasi layak yang memberdayakan kelompok disabilitas dalam lingkungan akademik. Terakhir, penelitian ini berkontribusi pada SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions) melalui pengembangan kebijakan institusional yang lebih adil, transparan, dan responsif terhadap hak-hak penyandang disabilitas di universitas.
Tags: SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities), SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions)
Penulis: Berlian Belasuni