Yogyakarta, 13 Maret 2026 – Riset bukan sekadar aktivitas pengumpulan data, melainkan fondasi utama yang menentukan posisi sebuah bangsa di kancah dunia. Pesan kuat ini menjadi benang merah dalam mata kuliah Manajemen dan Pengembangan Kinerja Riset yang disampaikan oleh Prof. Nurdiana Gaus, S.S., PGDIP., Ph.D. pada Jumat pagi, 13 Maret 2026, melalui platform Google Meeting.
Di hadapan mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT) UGM, Prof. Nurdiana membedah sejarah panjang universitas modern di Inggris hingga revolusi ilmiah abad ke-17. Beliau menekankan bahwa kemajuan negara adidaya seperti Amerika Serikat dan Jepang berakar pada investasi serius di bidang pendidikan dan tradisi riset yang dikelola secara sistematis.
“Sejarah membuktikan bahwa pengetahuan adalah kekuatan. Knowledge is power,” tegas Prof. Nurdiana mengutip Francis Bacon. Beliau menjelaskan transformasi riset dari sekadar pemuasan rasa ingin tahu intelektual di masa lalu, kini menjadi mesin penggerak industrialisasi, inovasi teknologi, hingga ketahanan nasional.
Dalam konteks perguruan tinggi modern, riset telah bergeser menjadi inti aktivitas akademik. Perguruan tinggi kini dituntut tidak hanya sebagai tempat transfer ilmu, tetapi sebagai pusat produksi pengetahuan. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa berbagai pemeringkatan universitas global menempatkan kinerja riset sebagai indikator utama kualitas institusi.
Namun, perkuliahan ini juga memotret realitas pahit yang dihadapi peneliti di Indonesia. Diskusi berlangsung hangat saat membahas tantangan keterbatasan pendanaan, tingginya biaya publikasi (APC) pada jurnal bereputasi internasional, hingga perdebatan mengenai penggunaan bahasa internasional yang terkadang dianggap menjauhkan hasil riset dari kebutuhan masyarakat lokal.
Prof. Nurdiana merangkum bahwa hubungan antara discovery, research, dan innovation harus berjalan selaras. Pengelolaan riset yang baik di perguruan tinggi adalah kunci untuk menghasilkan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat peradaban.
Perkuliahan ini memberikan refleksi mendalam bagi para calon manajer pendidikan bahwa mengelola riset bukan hanya soal administratif publikasi, melainkan upaya strategis untuk kedaulatan pengetahuan bangsa.
Tags: Manajemen Riset, Prof. Nurdiana Gaus, MMPT UGM, Inovasi Pendidikan, Sekolah Pascasarjana UGM, Kinerja Riset, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur)
Penulis: Tim MMPT UGM