Bantul, 19 Juni 2026– Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa kemudahan sekaligus tantangan baru, salah satunya adalah maraknya konten palsu dan ancaman pencurian data pribadi. Merespons tantangan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT), Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) menggelar penyuluhan bertajuk “Penyuluhan Masyarakat Digital: Membangun Kesadaran Masyarakat terhadap Ancaman Keamanan Data dan Konten Palsu Berbasis Kecerdasan Buatan”.
Kegiatan yang diselenggarakan di Balai Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul ini menyasar perangkat kalurahan, tokoh masyarakat, dan warga setempat, khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) batik yang kini mulai merambah dunia transaksi online.
Tim PkM MMPT SPs UGM ini diketuai oleh Prof. Ir. Paulus Insap Santosa, M.Sc., Ph.D., IPU., dengan melibatkan kolaborasi dosen dan praktisi, yakni Dr. Ir. J. Pramana Gentur Sutapa, M.Sc.forest.trop., Muhammad Aidiel Rachman Putra, Ahmad Muharram Habibie, Putri Ihda Inayah, Sara nDaru Mustikaningrum, Endah Putri Handayani, Nonny Ardiati Novatrasari, dan Habibah Fatimatuzzahra.
Penyuluhan dikemas secara interaktif dan diawali dengan pancingan pertanyaan yang relevan dengan keseharian warga: “Pernahkah Anda menerima pesan mencurigakan dari nomor tidak dikenal?” Dari titik ini, Prof. Paulus Insap Santosa dan Muhammad Aidiel Rachman Putra selaku narasumber utama membedah berbagai bentuk ancaman nyata di ruang siber. Masyarakat diedukasi bahwa banyak kasus peretasan akun yang berawal dari kelalaian pengguna itu sendiri, seperti sembarangan mengeklik tautan (phishing) atau memberikan kode OTP (One-Time Password).
Selain keamanan data, fokus utama penyuluhan ini adalah membangun literasi warga terhadap konten palsu (hoaks, deepfake) yang dihasilkan oleh teknologi AI. “Konten semacam ini berpotensi menyesatkan opini publik, merusak reputasi, serta menimbulkan kerugian sosial dan ekonomi,” jelas tim pengabdi. Warga diajarkan langkah-langkah taktis untuk mendeteksi kejanggalan pada informasi digital dan cara melindungi diri serta data privasi mereka saat berselancar di dunia maya.
Untuk mengukur efektivitas program, tim PkM MMPT UGM juga menerapkan metode evaluasi berbasis data melalui survei pre-test dan post-test kepada para peserta. Data yang terkumpul akan dianalisis untuk melihat peningkatan pemahaman kritis warga dan direncanakan akan dipublikasikan ke dalam jurnal ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat sebagai bentuk kontribusi akademis yang berkelanjutan.
Inisiatif program PkM ini sejalan dengan nilai Merakyat, Mandiri, Berkelanjutan (Inclusive, Self-Reliant, Sustainable) yang diusung oleh UGM. Program ini juga menjadi wujud implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), utamanya dalam Mengurangi Kesenjangan (SDG 10) akses literasi digital, serta mewujudkan Pendidikan Berkualitas (SDG 4).
Menutup sesi penyuluhan, narasumber menanamkan satu prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh masyarakat dalam berinteraksi di ruang digital: “Sebelum percaya, verifikasi. Sebelum sebar, pikir dua kali.” Melalui kegiatan ini, MMPT SPs UGM berharap warga Kalurahan Trimulyo dapat membangun ekosistem digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Tags: MMPT SPs UGM, Sekolah Pascasarjana UGM, Pengabdian kepada Masyarakat, Literasi Digital, Keamanan Siber, Kecerdasan Buatan, Kalurahan Trimulyo, UMKM Batik Bantul, Berkurangnya Kesenjangan, SDG 4, SDG 10.
Penulis: Berlian Belasuni
Reporter/Notulis: Endah Putri Handayani