YOGYAKARTA, 9 April 2026 – Pertemuan terakhir mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Pendidikan bersama Prof. Dr. Drs. Azhari, MT berlangsung penuh semangat dan wawasan bagi mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT) UGM. Sesi penutup ini menjadi momen yang tak terlupakan di mana ruang kelas bertransformasi menjadi forum diskusi yang sangat dinamis. Agenda utama dalam pertemuan ini diwarnai dengan pembahasan mendalam seputar pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam ekosistem pendidikan tinggi. Selain itu, sesi debat sengit antarmahasiswa turut memperkaya pemahaman kritis mengenai tantangan digitalisasi di masa depan. Seluruh rangkaian acara ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kesiapan mental dan intelektual dalam menghadapi perubahan zaman.
Di awal pertemuan, Prof. Azhari memaparkan secara komprehensif bagaimana perkembangan AI telah merevolusi dunia pendidikan secara global. Beliau mengulas berbagai inovasi mulai dari sistem pembelajaran adaptif, peran chatbot akademik, hingga pemanfaatan analitik data untuk memantau perkembangan mahasiswa. Penjelasan tersebut menekankan bahwa teknologi bukan lagi sekadar alat pendukung, melainkan komponen inti dalam tata kelola institusi pendidikan modern. Prof. Azhari juga menegaskan bahwa mahasiswa masa kini dituntut tidak hanya melek teknologi secara teknis, tetapi juga mampu berpikir kritis di tengah derasnya arus digitalisasi. Hal ini penting agar mereka mampu membedakan antara kemudahan teknologi dan nilai-nilai esensial dalam proses belajar mengajar.
Memasuki puncak pertemuan, suasana kelas semakin memanas melalui sesi debat yang membahas isu-isu krusial di dunia pendidikan tinggi. Mahasiswa dibagi ke dalam kelompok pro dan kontra untuk beradu argumen mengenai pertanyaan besar apakah AI akan mampu menggantikan peran dosen di masa depan. Perdebatan juga menyentuh aspek kesiapan infrastruktur dan budaya organisasi perguruan tinggi dalam menghadapi era digital yang semakin disruptif. Prof. Azhari sesekali melempar pertanyaan tajam dan provokatif untuk menguji kedalaman pemahaman serta ketajaman logika para peserta debat. Sesi ini berhasil memicu pemikiran mendalam serta keberanian mahasiswa dalam menyampaikan pendapat yang didukung oleh data dan fakta lapangan.
Di penghujung kelas, Prof. Azhari menutup perkuliahan satu semester ini dengan pesan moral yang sangat membekas bagi seluruh mahasiswa. Beliau mengingatkan bahwa secanggih apa pun teknologi yang diciptakan, kebijaksanaan dalam menggunakannya tetap menjadi otoritas penuh dari manusia itu sendiri. Ungkapan terima kasih yang tulus mengalir dari para mahasiswa atas bimbingan dan dedikasi beliau sepanjang semester yang penuh dengan tantangan intelektual. Pertemuan ini tidak dipandang sebagai sekadar akhir dari sebuah mata kuliah, melainkan menjadi titik awal perjalanan mahasiswa sebagai calon pemimpin pendidikan. Diharapkan, para lulusan MMPT UGM kelak menjadi generasi pendidik yang tidak hanya mahir teknologi, namun juga memiliki daya pikir kritis yang kuat. (BB)
Tags: MMPT SPs UGM, Sekolah Pascasarjana UGM, Prof. Azhari, TIK Pendidikan, Artificial Intelligence, Debat Akademik, Digitalisasi Pendidikan, Sivitas Akademika, UGM, SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)
Penulis: Berlian Belasuni