Yogyakarta, 9 April 2026 – Dalam sesi perkuliahan Ekonomika Pendidikan Tinggi, Dr. Evi Noor Afifah, S.E., M.S.E. mengajak mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT) UGM untuk membedah materi dari buku Baye Chapter 1 mengenai fondasi ekonomi manajerial. Materi ini diposisikan sebagai titik awal yang sangat penting dalam membangun kerangka berpikir ekonomis bagi para pengelola pendidikan tinggi di masa depan. Beliau menekankan bahwa penguasaan konsep dasar ekonomi merupakan kunci dalam menghadapi kompleksitas manajemen institusi akademik yang semakin kompetitif. Suasana kelas berlangsung sangat produktif dengan fokus pada bagaimana teori-teori ekonomi dapat ditransformasikan menjadi strategi manajerial yang aplikatif. Melalui diskusi ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa setiap kebijakan pendidikan memiliki dimensi ekonomi yang harus diperhitungkan secara matang.
Dr. Evi menjelaskan bahwa bab pertama dalam literatur tersebut membahas konsep dasar pengambilan keputusan manajerial yang rasional di tengah berbagai kendala sumber daya. Mahasiswa diajak untuk mendalami bagaimana peran insentif sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku individu maupun gerak organisasi secara keseluruhan. Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah pentingnya mempertimbangkan biaya peluang (opportunity cost) secara cermat dalam setiap langkah yang diambil oleh seorang manajer. Pemahaman ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya melihat biaya dari sisi nominal, tetapi juga dari nilai manfaat yang hilang atas sebuah pilihan alternatif. Dengan logika ini, proses pengambilan keputusan di level program studi maupun universitas dapat berjalan lebih objektif dan terukur.
Lebih jauh, Dr. Evi menekankan bahwa konsep ekonomi manajerial ini bukan sekadar teori akademik yang jauh dari realitas, melainkan alat berpikir yang sangat relevan dalam pengelolaan institusi pendidikan sehari-hari. Logika ekonomi ini menjadi instrumen utama saat perguruan tinggi harus mengalokasikan anggaran yang terbatas untuk berbagai prioritas program yang beragam. Selain itu, pemahaman ekonomi manajerial membantu institusi dalam merespons perubahan kebijakan pemerintah dengan lebih tangkas dan strategis. Kemampuan untuk melihat pola insentif dan disinsentif dari sebuah regulasi akan memudahkan pengelola pendidikan dalam memitigasi risiko sekaligus mengoptimalkan peluang. Hal ini membuktikan bahwa manajemen pendidikan tinggi membutuhkan sentuhan analisis ekonomi yang tajam guna mencapai efisiensi organisasi yang maksimal.
Sesi perkuliahan ini berhasil meletakkan landasan penting bagi mahasiswa untuk memahami penerapan prinsip ekonomi secara langsung dalam pengambilan kebijakan di institusi pendidikan tinggi. Diskusi ini sekaligus membuka wawasan baru bahwa ilmu ekonomi tidak hanya terbatas pada dunia bisnis atau industri komersial, tetapi juga sangat krusial di dunia akademik. Mahasiswa diajak untuk menyadari bahwa keberlangsungan sebuah universitas sangat bergantung pada kemampuannya mengelola sumber daya secara efisien tanpa mengesampingkan misi sosial pendidikan. Di penghujung kelas, para peserta dibekali dengan pola pikir bahwa manajer pendidikan tinggi yang baik adalah mereka yang mampu menyelaraskan idealisme akademik dengan logika ekonomi yang kuat. Semangat transformatif ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam perjalanan karier mereka sebagai pemimpin di sektor pendidikan tinggi. (BB)
Tags: MMPT SPs UGM, Sekolah Pascasarjana UGM, Dr. Evi Noor Afifah, Ekonomika Pendidikan Tinggi, Ekonomi Manajerial, Pengambilan Keputusan, Tata Kelola Kampus, UGM, SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Penulis: Berlian Belasuni