Yogyakarta, 11 Maret 2026 — Melanjutkan rangkaian pendalaman tata kelola institusi, mata kuliah Perencanaan dan Pengembangan Kampus di Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT) Sekolah Pascasarjana UGM kembali menghadirkan sesi yang sangat informatif. Kali ini, perkuliahan diampu oleh Ardhya Nareswari, S.T., M.T., Ph.D., atau yang akrab disapa Bu Nares, dengan fokus pembahasan mendalam mengenai perencanaan strategis beserta proses dan komponen-komponen esensialnya.
Dalam pemaparannya, Bu Nares menjelaskan bahwa perencanaan strategis memiliki sejumlah sifat khas yang membedakannya dari perencanaan biasa. Model ini jauh lebih berorientasi pada tindakan nyata (action-oriented), berfokus pada hasil, serta menekankan urgensi implementasi di lapangan. Pendekatannya menuntut partisipasi yang luas dan beragam dari para pemangku kepentingan. Selain itu, perencanaan ini harus didukung oleh kajian lingkungan eksternal untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman, serta kajian lingkungan internal untuk mengenali kekuatan dan kelemahan organisasi secara objektif.
Lebih lanjut, Bu Nares menguraikan tahapan proses perencanaan strategis yang sistematis. Proses ini idealnya dimulai dari penetapan mandat, pembangunan kesepakatan awal, serta perumusan misi dan nilai-nilai inti organisasi. Dari titik tolak tersebut, dilakukan penilaian (assessment) terhadap lingkungan eksternal maupun internal yang kemudian akan mengerucut dan menghasilkan isu-isu strategis sebagai prioritas utama.
Isu-isu strategis inilah yang selanjutnya diterjemahkan menjadi formulasi strategi, penjabaran program, hingga turunan kegiatan teknis. Seluruh rangkaian ini bermuara pada tahap implementasi yang dikawal ketat dengan monitoring dan evaluasi sebagai mekanisme umpan balik (feedback loop) yang berkelanjutan.
Dalam memahami anatomi dan komponen dasarnya, Bu Nares memberikan penegasan yang sangat jelas terkait perbedaan visi dan misi. Visi adalah gambaran kondisi ideal yang ingin dicapai organisasi di masa depan. Visi yang baik berfungsi kuat untuk memotivasi, memfokuskan tim pada hasil, dan membantu organisasi menentukan arah gerak. Sementara itu, misi adalah garis besar langkah dan operasional yang perlu dikerjakan untuk mewujudkan visi tersebut.
Adapun isu strategis didefinisikan sebagai masalah utama yang diprioritaskan untuk diatasi, yang sering kali menjadi faktor kunci keberhasilan (key success factors) sebuah institusi. Untuk menjawab isu tersebut, dibutuhkan strategi yang bertindak sebagai pilar-pilar cara dalam menjalankan misi demi mencapai visi. Strategi ini secara komprehensif mencakup tujuan, kebijakan, program indikatif, hingga penetapan indikator kinerja yang terukur.
Melalui sesi perkuliahan ini, mahasiswa MMPT UGM diharapkan memiliki bekal analitis dan taktis yang mumpuni untuk menyusun perencanaan strategis yang adaptif, realistis, dan berdampak nyata bagi pengembangan perguruan tinggi di masa depan.
Tags: Perencanaan Strategis, Pengembangan Kampus, Ardhya Nareswari, Analisis Lingkungan, Visi Misi, Sekolah Pascasarjana UGM, MMPT UGM, SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education).
Penulis: Berlian Belasuni