Yogyakarta, 11 Maret 2026 — Di era digital yang bergerak sangat masif, penguasaan terhadap data dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak lagi sekadar nilai tambah, melainkan sebuah keharusan mutlak. Hal fundamental inilah yang menjadi sorotan utama dalam perkuliahan mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Pendidikan yang diampu oleh Prof. Dr. Drs. Azhari, M.T., di Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT) Sekolah Pascasarjana UGM.
Dalam perkuliahan daring yang berlangsung interaktif tersebut, Prof. Azhari tampak memantik pemikiran kritis mahasiswa melalui tayangan diskusi internasional bertajuk “Artificial Intelligence | Full Debate”. Melalui sesi ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman krusial bahwa proses membangun sebuah sistem harus selalu dimulai dari pemahaman yang mendalam terhadap data.
Beliau memaparkan bahwa sebelum sebuah sistem dirancang, seorang pengembang wajib memahami alur proses dan tata kelola kegiatan yang ada. Hal ini termasuk pemahaman mengenai etika dan prosedur administrasi dalam meminta izin resmi kepada sebuah instansi atau perusahaan saat hendak mengakses data dari pihak eksternal.
Lebih lanjut, Prof. Azhari menekankan pentingnya data dalam tata kelola institusi. Proses pengambilan keputusan (decision making) yang baik dan strategis membutuhkan integrasi yang mulus antara data internal dan eksternal perusahaan. Di titik inilah AI mengambil peran sentral. AI diakui mampu mengolah data dalam skala masif dari berbagai sumber secara cepat dan akurat, sehingga menghasilkan keputusan yang tepat sasaran dan berbasis bukti (evidence-based).
Menyadari bahwa arah wajah teknologi informasi masa kini adalah AI, Prof. Azhari menetapkan standar yang relevan dengan perkembangan zaman. Seluruh penugasan dalam mata kuliah TIK Pendidikan ini dikaitkan langsung dengan praktik pemanfaatan kecerdasan buatan.
Dalam penutup sesinya, beliau menitipkan pesan yang sangat tajam dan reflektif bagi para mahasiswa pascasarjana.
“Mahasiswa masa kini sangat perlu belajar AI dan menggunakannya dengan bijak. AI bukan pengganti berpikir, melainkan alat bantu untuk berpikir lebih baik.”
Melalui perkuliahan ini, institusi berharap mahasiswa MMPT UGM tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi mampu memanfaatkan AI secara produktif, etis, dan bertanggung jawab. Mahasiswa yang melek literasi data dan AI inilah yang kelak akan menjadi generasi pemimpin unggul, siap menghadapi dan menavigasi kompleksitas tantangan dunia kerja serta tata kelola pendidikan di masa depan.
Tags: Teknologi Informasi, Kecerdasan Buatan, Artificial Intelligence, Prof. Azhari, Sistem Berbasis Data, Kuliah Daring, Sekolah Pascasarjana UGM, MMPT UGM, SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure).
Penulis: Berlian Belasuni