
Penggunaan Artificial Intelegence dalam Perguruan Tinggi tidak bisa kita hindari. Demikian dinyatakan oleh Profesor Sri Suning Kusuma Wardani, guru besar dari Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Universitas Gadjah Mada yang sekarang juga menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI dalam acara MMPT Talks #9 (https://mmpt.pasca.ugm.ac.id/2025/02/10/mmpt-talks-9-dengan-tema-peran-artificial-intelligence-dalam-pendidikan-tinggi/). Acara yang diselenggarakan oleh prodi Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT) Sekolah Pascasarjana ini dibuka oleh Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng, dekan Sekolah Pascasarjana dan Dr. rer. nat. Ir. Wahyu Supartono, ketua program studi MMPT.
Suning menjabarkan bahwa di dunia Pendidikan Tinggi, AI bisa dijadikan sebagai alat bagi dosen, tendik dan mahasiswa untuk menjadi lebih produktif, efektif dan efisien dalam bekerja. Blio contohkan tentang manfaat potensial dari penggunaan Generative AI seperti bagi dosen, Ai bisa digunakan untuk membangkitkan ide, mempersonalisasi materi pengajaran dan merancang kurikulum. Bagi mahasiswa, AI bisa digunakan sebagai alat bantu juga untuk mendapat inspirasi dan untuk memahami konsep dalam menyelesaikan tugas. Dalam hal ini, blio juga mengajak para dosen untuk tidak ragu-ragu untuk menginakan AI sebagai alat pembelajaran yang kolaboratif disamping terus mempertahankan pemikiran kritis dan integritas akademik.
Namun demikian, resiko-resiko potensial yang bisa ditimbulkan dari penggunaan AI wajib dipertimbangkan oleh semua pengguna seperti representasi yang bias, kesalahan informasi, isu etika dan masalah keamanan data. Oleh karenanya, pembicara mendorong institusi terkait mempunyai pedoman dan kebijakan tentang penggunaan AI dalam dunia Pendidikan/perguruan tinggi. Prof. Suning juga menekankan bahwa manusia sebagai pengguna harus bisa menemukan titik keseimbangan, mempertahankan keaslian karya dan menjaga prinsip-prinsip penggunaan dari AI agar bisa dimanfaatkan dengan tanggung jawab, beretika dan berintegritas akademik yang tinggi. Pembelajaran dan adaptasi yang berkelanjutan amat penting karena teknologi AI terus berkembang pesat, pungkasnya.
Hal serupa disampaikan oleh Prof. Siti Malkamah dengan menyatakan bahwa dalam waktu dekat SPS akan menyusun rambu-rambu atau aturan mengenai penggunaan AI di Perguruan Tinggi khususnya di SPS dengan tetap mengikuti perkembangan teknologi AI ini.
Tema SDGs: 4. Pendidikan berkualitas
Penulis: Vissia Ita Yulianto, Berlian Belasuni
Foto : Dok. Prodi MMPT SPs UGM