Yogyakarta, 15 Juni 2026 – Tarikan antara tuntutan menjadi universitas berkelas dunia dan kewajiban menjaga identitas nasional menjadi tantangan utama bagi perguruan tinggi di Indonesia. Merespons dinamika tersebut, mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT), Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM), Adinda Zadati Nabila, mengangkat isu strategis ini dalam riset tesisnya. Tesis yang berjudul “Analisis Strategi World Class University serta Dampaknya Terhadap Identitas Institusi: Studi Kasus Universitas Gadjah Mada” tersebut membedah bagaimana institusi pendidikan merespons indikator pemeringkatan global seperti QS WUR dan THE WUR.
Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini menyoroti bahwa UGM telah menjadikan internasionalisasi sebagai agenda sentral. Hal ini terbukti dari capaian UGM menduduki peringkat 224 dunia pada QS WUR 2026 dan posisi 1201-1500 pada THE WUR 2026. Meskipun reputasi akademik global UGM terus meningkat tajam, riset ini menemukan bahwa indikator sitasi (Citations per Faculty) masih menjadi tantangan mendasar yang perlu diperbaiki. Adinda dalam penelitiannya menemukan bahwa institusi berupaya menyelaraskan standar global tersebut dengan identitasnya sebagai “Universitas Kerakyatan” melalui program-program yang menjunjung moto “Locally Rooted, Globally Respected”. Salah satu wujud nyatanya adalah transformasi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang kini mengintegrasikan keterlibatan mahasiswa asing dan mempublikasikan hasil pengabdian lokal ke kancah internasional.
Riset ini juga mengungkap dilema yang dirasakan oleh sivitas akademika. Dorongan yang kuat untuk memenuhi target publikasi internasional sering kali menimbulkan tekanan struktural bagi dosen yang juga harus membagi fokus pada pengajaran dan pengabdian masyarakat. Di sisi lain, muncul keresahan di kalangan mahasiswa terkait biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dikhawatirkan dapat mengikis ruh universitas sebagai kampus yang merakyat dan inklusif. Merespons temuan tersebut, tesis ini merekomendasikan agar institusi lebih mengutamakan kualitas riset yang mendalam, memperkuat inklusivitas pendidikan, dan terus mengintegrasikan kearifan lokal dalam strategi internasionalisasinya.
Kajian kritis dari mahasiswa MMPT SPs UGM ini memberikan wawasan penting bagi pemangku kebijakan pendidikan tinggi, sekaligus sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Evaluasi terhadap aksesibilitas dan mutu pendidikan mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas (SDG 4). Rekomendasi untuk mempertahankan inklusivitas biaya pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat berkontribusi pada pengurangan kesenjangan (SDG 10). Selain itu, kajian mengenai tata kelola universitas di era pemeringkatan global memperkuat penciptaan kelembagaan yang tangguh dan akuntabel (SDG 16).
Tags: MMPT SPs UGM, Sekolah Pascasarjana UGM, World Class University, QS WUR, Universitas Kerakyatan, Pendidikan Tinggi, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh.
Penulis: Berlian Belasuni