Yogyakarta, 6 Mei 2026 – Isu kesehatan mental di kalangan mahasiswa, khususnya di jenjang tingkat lanjut, semakin menjadi perhatian serius. Merespons urgensi tersebut, Atika Nur Mazaya, mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT) Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Gadjah Mada (UGM), melakukan penelitian mendalam mengenai analisis implementasi program dukungan layanan kesehatan mental bagi mahasiswa pascasarjana di lingkungan UGM. Riset ini dilatarbelakangi oleh temuan skrining kesehatan mental pada periode Januari hingga September 2024 yang menunjukkan bahwa sekitar 30 hingga 40 persen dari 41.812 mahasiswa UGM menghadapi masalah kesehatan mental, mulai dari tingkat ringan hingga kondisi serius seperti pemikiran untuk bunuh diri.
Mahasiswa pascasarjana dinilai sangat rentan mengalami stres kronis akibat tingginya beban akademik, tekanan untuk publikasi ilmiah, hubungan dengan dosen pembimbing, serta dinamika masa transisi kehidupan. Meskipun UGM telah menyediakan berbagai fasilitas dukungan seperti Gadjah Mada Medical Center (GMC), Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dan Pusat Kesehatan Mental Masyarakat (PKMH), Atika menyoroti masih adanya kesenjangan yang nyata antara ketersediaan infrastruktur dengan efektivitas implementasi yang dirasakan langsung oleh mahasiswa pascasarjana. Pemanfaatan layanan yang ada sering kali terhambat oleh berbagai faktor, seperti kekhawatiran akan stigma negatif, kurangnya literasi kesehatan mental, hingga rasa malu untuk mencari bantuan profesional.
Melalui pendekatan kualitatif yang komprehensif, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman mahasiswa pascasarjana dalam mengakses layanan di GMC UGM, dengan mengintegrasikan kerangka teori kualitas layanan (SERVQUAL). Evaluasi yang dilakukan mencakup aspek keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti fisik (tangibles) dari layanan psikologis yang diberikan. Untuk memastikan keabsahan dan kedalaman temuan, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam yang melibatkan triangulasi sumber, yakni dari mahasiswa pengguna layanan, Kepala Bagian Psikologi GMC, serta psikolog praktisi di lapangan.
Inisiatif riset evaluatif ini merupakan wujud nyata kontribusi akademis mahasiswa MMPT SPs UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pemfokusan pada perbaikan akses dan kualitas layanan psikologis sangat selaras dengan upaya perwujudan Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDG 3). Selain itu, upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari masalah kesehatan mental sejalan dengan Rencana Strategis (Renstra) UGM 2022-2027, yang pada akhirnya turut menopang terciptanya ekosistem Pendidikan Berkualitas (SDG 4). Melalui riset ini, diharapkan perguruan tinggi dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk mengoptimalkan sistem dukungan kesejahteraan emosional mahasiswanya.
Program Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT) merupakan program studi yang berfokus pada pengembangan kompetensi manajerial dan akademik di bidang pendidikan tinggi, termasuk dalam aspek penelitian, tata kelola kesejahteraan mahasiswa, penjaminan mutu layanan, serta publikasi ilmiah.
Tags: MMPT SPs UGM, Sekolah Pascasarjana UGM, Kesehatan Mental, Mahasiswa Pascasarjana, GMC UGM, Layanan Psikologi Kampus, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Penulis: Berlian Belasuni