Yogyakarta, 27 April 2026 – Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT) Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam mengkaji dinamika pendidikan tinggi melalui riset akademis mahasiswanya. Inisiatif strategis ini terlihat melalui usulan penelitian tesis Fitria Wijayanti yang merespons isu kritis terkait rendahnya minat lulusan sarjana teknik untuk melanjutkan studi ke Program Profesi Insinyur (PPI) di Indonesia. Dengan berfokus pada analisis motivasional mahasiswa, penelitian ini bertujuan menciptakan rumusan kebijakan rekrutmen yang lebih adaptif bagi penyelenggara program profesi. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa SPs UGM terus berupaya menyediakan ruang pengembangan keilmuan yang relevan dengan tuntutan regulasi dan kebutuhan industri bagi seluruh sivitas akademika.
Fokus utama dalam penelitian ini adalah membongkar ketimpangan nyata partisipasi pendaftar PPI di Fakultas Teknik UGM antara jalur reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Melalui analisis data penerimaan 2021–2025, tesis ini mengeksplorasi alasan mengapa dari 1,5 juta sarjana teknik secara nasional, baru sekitar 20.000 yang mengantongi gelar profesi insinyur secara legal. Selain menyoroti aspek kesenjangan tersebut, riset ini menaruh perhatian besar pada pengujian tiga pilar motivasi utama—karier, sosial, dan ekonomi—menggunakan kerangka Social Cognitive Career Theory (SCCT). Pengelola prodi dan pembuat kebijakan membutuhkan identifikasi variabel motivasi yang paling dominan agar dapat merancang strategi promosi yang terukur.
Analisis akademis tetap berlangsung dinamis saat menelaah faktor-faktor yang secara langsung memengaruhi keputusan mahasiswa. Mengingat mayoritas lulusan sarjana teknik (fresh graduate) dihadapkan pada tantangan transisi karier, penelitian ini mengkaji secara komprehensif pertimbangan biaya investasi pendidikan, ekspektasi peningkatan pendapatan, hingga pengaruh prestise sosial dari gelar Insinyur (Ir.). Inovasi riset ini diharapkan dapat membuka wawasan institusi tanpa mengabaikan realitas sosial-ekonomi calon mahasiswa. Selain itu, kajian ini juga mengeksplorasi potensi penguatan pendampingan karier, sehingga lulusan sarjana teknik terdorong untuk mengejar lisensi praktik dan berkontribusi maksimal dalam dunia keprofesian.
Inisiatif riset tata kelola pendidikan ini merupakan langkah konkret MMPT SPs UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kajian ini selaras dengan poin Pendidikan Berkualitas (SDG 4) melalui upaya peningkatan akses dan partisipasi pada pendidikan profesi berstandar kompetensi unggul. Di sisi lain, dorongan untuk mencetak insinyur profesional yang siap terjun ke industri secara eksplisit mendukung Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDG 8) serta Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (SDG 9). Melalui telaah kritis ini, SPs UGM berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara manajerial, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di institusinya. Diharapkan langkah berkelanjutan ini semakin memperkuat posisi UGM sebagai pelopor dalam manajemen pendidikan tinggi di tingkat dunia.
Tags: MMPT SPs UGM, Sekolah Pascasarjana UGM, Riset Tesis, Program Profesi Insinyur, Manajemen Pendidikan Tinggi, Inovasi Kebijakan, Fakultas Teknik UGM, UGM, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Penulis: Berlian Belasuni