Yogyakarta, 27 April 2026 – Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT) Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam mengkaji dinamika pendidikan tinggi melalui riset akademis mahasiswanya. Inisiatif strategis ini terlihat melalui usulan penelitian tesis Ayu Jusita yang merespons isu kritis terkait rentannya kesehatan mental dan tingginya risiko kecanduan media sosial pada mahasiswa tingkat akhir. Dengan berfokus pada peran living arrangement (pengaturan tempat tinggal) sebagai variabel mediasi, penelitian ini bertujuan menciptakan landasan bagi pengelola perguruan tinggi dalam mengembangkan strategi kesejahteraan psikologis mahasiswa. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa SPs UGM terus berupaya menyediakan ruang pengembangan keilmuan yang relevan dengan tuntutan psikososial dan tantangan digital bagi seluruh sivitas akademika.
Fokus utama dalam penelitian ini adalah membongkar fenomena ketergantungan emosional mahasiswa terhadap platform digital di tengah tingginya tekanan penyelesaian studi. Melalui riset kuantitatif yang menargetkan mahasiswa tingkat akhir Universitas Ahmad Dahlan (UAD), tesis ini mengeksplorasi alasan mengapa angka kerentanan psikologis di Indonesia masih menyentuh 56%, yang kerap memicu pelarian (escapism) ke media sosial secara tidak terkontrol. Selain menyoroti aspek kesenjangan emosional tersebut, riset ini menaruh perhatian besar pada pengujian tiga variabel utama—kesehatan mental, pengaturan tempat tinggal, dan kecanduan media sosial—menggunakan metode regresi mediasi. Pengelola prodi dan pembuat kebijakan sangat membutuhkan identifikasi faktor lingkungan sosial ini agar dapat merancang strategi layanan psikologis dan pencegahan yang terukur.
Analisis akademis tetap berlangsung dinamis saat menelaah faktor-faktor yang secara langsung memengaruhi ketahanan mental mahasiswa. Mengingat mayoritas mahasiswa tingkat akhir dihadapkan pada tantangan transisi menuju dunia kerja serta potensi isolasi sosial saat hidup merantau, penelitian ini mengkaji secara komprehensif pertimbangan kondisi tempat tinggal, seperti hidup sendiri, tinggal di asrama, kos, atau bersama keluarga. Inovasi riset ini diharapkan dapat membuka wawasan institusi tanpa mengabaikan realitas dukungan lingkungan terhadap mahasiswanya. Selain itu, kajian ini juga mengeksplorasi potensi penguatan literasi digital dan manajemen stres komunal, sehingga mahasiswa tingkat akhir terdorong untuk mengelola kecemasan akademik mereka dan berkontribusi maksimal tanpa distraksi adiksi virtual.
Inisiatif riset tata kelola pendidikan ini merupakan langkah konkret MMPT SPs UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kajian ini sangat selaras dengan poin Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDG 3) melalui upaya pencegahan perilaku adiktif dan peningkatan dukungan kesehatan mental di kalangan generasi muda. Di sisi lain, dorongan untuk menciptakan ekosistem kampus yang suportif dan aman secara eksplisit mendukung terwujudnya Pendidikan Berkualitas (SDG 4). Melalui telaah kritis ini, SPs UGM berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara manajerial, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di institusinya. Diharapkan langkah berkelanjutan ini semakin memperkuat posisi UGM sebagai pelopor dalam manajemen pendidikan tinggi di tingkat dunia.
Tags: MMPT SPs UGM, Sekolah Pascasarjana UGM, Riset Tesis, Kesehatan Mental, Kecanduan Media Sosial, Living Arrangement, Kesejahteraan Mahasiswa, UGM, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Penulis: Berlian Belasuni