Yogyakarta, 9 April 2026 – Dalam sesi perkuliahan Sistem Pembelajaran dan Jaminan Mutu, Dr. Ir. Johanes Pramana Gentur Sutapa, M.Sc. Forest. Trop. memberikan paparan strategis mengenai transformasi tata kelola pendidikan tinggi. Materi yang disampaikan mencakup aspek krusial mulai dari pengembangan audit mutu internal hingga tantangan nyata dalam menghadapi era Industri 4.0. Beliau menekankan bahwa jaminan mutu bukan sekadar formalitas administratif, melainkan fondasi utama untuk menjaga relevansi institusi pendidikan di tengah perubahan global. Kuliah ini menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT) UGM dalam memahami standar kualitas yang adaptif. Diharapkan, pemahaman ini mampu mencetak calon pengelola pendidikan yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan dan inovasi sistemik.
Dr. Gentur membuka sesi dengan menjelaskan bahwa pengembangan audit mutu internal dirancang untuk mencapai beberapa tujuan strategis institusi. Audit tersebut berfungsi untuk menentukan kesesuaian unsur-unsur sistem mutu dengan syarat yang telah ditetapkan sebelumnya guna menjaga konsistensi kinerja. Selain itu, proses ini menjadi instrumen penting dalam mengukur keefektifan pencapaian tujuan mutu melalui indikator kinerja kunci (IKU) yang terukur. Audit mutu juga memberikan kesempatan berharga bagi pihak teraudit untuk melakukan perbaikan mandiri terhadap sistem yang berjalan. Langkah ini sekaligus menjadi upaya nyata institusi dalam memenuhi syarat-syarat peraturan dan perundangan yang berlaku di level nasional maupun internasional.
Pembahasan kemudian berlanjut pada konteks Industri 4.0 yang kini merambah ke seluruh lini kehidupan melalui integrasi sistem siber-fisik dan Internet of Things (IoT). Dr. Gentur menggambarkan era ini sebagai masa di mana konsep sekolah pintar hingga pabrik pintar telah saling terhubung secara digital. Dalam dunia pendidikan, terjadi pergeseran signifikan dari model Education 1.0 menuju Education 4.0 yang lebih adaptif dan fleksibel. Fokus pendidikan kini tidak lagi terbatas pada upaya menghasilkan tenaga terampil semata, melainkan bergeser untuk melahirkan para inovator serta wirausahawan baru. Perubahan ini menuntut kurikulum yang bersifat trans-disipliner dan sistem pengajaran yang bersifat ubiquitous agar proses belajar dapat terjadi di mana saja dan kapan saja.
Di penghujung sesi, Dr. Gentur memberikan penekanan mendalam bahwa pendidikan tinggi sejatinya merupakan sebuah kebaikan publik sekaligus memberikan manfaat pribadi yang nyata. Institusi pendidikan tinggi memikul tanggung jawab besar untuk mendorong perkembangan kapasitas individu mahasiswa ke tingkat maksimal. Namun di sisi lain, pendidikan tinggi juga harus mampu melayani kebutuhan masyarakat dan bangsa secara lebih luas melalui pengabdian dan solusi nyata. Keselarasan antara pencapaian individu dan kemajuan sosial inilah yang menjadi indikator sejati dari keberhasilan sebuah sistem pendidikan. Sesi perkuliahan ini pun ditutup dengan diskusi interaktif yang membedah peran manajer pendidikan dalam menjaga integritas mutu di tengah arus digitalisasi. (BB)
Tags: MMPT SPs UGM, Sekolah Pascasarjana UGM, Dr. Gentur Sutapa, Jaminan Mutu, Audit Mutu Internal, Industry 4.0, Education 4.0, Pendidikan Tinggi, UGM, SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
Penulis: Berlian Belasuni