Yogyakarta, 9 Maret 2026 – Menjawab tantangan globalisasi pendidikan, Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT) Universitas Gadjah Mada kembali melahirkan pemikiran segar dalam bidang manajemen pendidikan melalui ujian tesis mahasiswa Program Pascasarjana (PMU) atas nama Raka Fadel Devarsa Pahlawan. Dalam sidang yang berlangsung secara daring pada Jumat (6/3/2026), Raka memaparkan hasil penelitian mendalamnya mengenai strategi internasionalisasi pada institusi pendidikan berbasis pesantren.
Tesis yang berjudul “Strategi Internasionalisasi Pendidikan Tinggi Islam Berbasis Pesantren: Perspektif, Implikasi Nilai, dan Mitigasi Westernisasi” ini menjadi momentum penting bagi perjalanan akademik Raka. Di hadapan dewan penguji, ia menyoroti bagaimana Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) harus mampu bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri spiritualnya. Terlebih PTAI berbasis pesantren yang memiliki corak pendidikan 24 jam yang khas.
Dalam paparannya, Raka menjelaskan bahwa internasionalisasi di institusi seperti UNIDA Gontor bukanlah sekadar mengejar peringkat dunia, melainkan upaya “Internasionalisasi Nilai” (Internationalization of Values). “Tujuannya bukan untuk kintir atau tenggelam dalam arus global, melainkan membawa nilai-nilai Islam dan pesantren ke kancah internasional sebagai solusi peradaban,” ungkapnya dalam sidang tersebut.
Sidang yang berlangsung selama 80 menit ini diwarnai dengan diskusi dinamis dan pertanyaan konstruktif dari para penguji. Tim penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Zuprizal, DEA., IPU., ASEAN Eng., Dr. phil. Vissia Ita Yulianto, Prof. Dr. Drs. Azhari, M.T., dan Prof. Ir. Paulus Insap Santosa, M.Sc., Ph.D., IPU., memberikan apresiasi atas ketajaman analisis Raka dalam membedah standar internasional yang spesifik bagi perguruan tinggi Islam.
Raka dinilai berhasil menjawab tantangan dari para penguji pada seminar hasil sebelumnya dengan melakukan penelitian tambahan di lapangan. Melalui observasi dan wawancara mendalam dengan informan kunci, ia mampu menyajikan data yang lebih terukur. Salah satu temuan pentingnya adalah konsep World Standard Graduate University, di mana keberhasilan internasionalisasi diukur melalui kualitas lulusan yang memiliki Worldview Islam yang kokoh sekaligus kompetensi global.
“Penelitian ini membuktikan bahwa strategi internasionalisasi dapat diukur secara kuantitatif melalui Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) yang diadopsi dari rencana strategis institusi, sehingga strategi ini tidak hanya bersifat naratif tetapi juga memiliki kinerja yang nyata,” jelas Raka menanggapi masukan mengenai pengukuran kinerja organisasi.
Lebih jauh, ia juga memaparkan mekanisme mitigasi westernisasi yang dilakukan secara sistematis melalui tiga level: organisasi, kelompok, dan individu. Strategi hibriditas ini memungkinkan adanya kerja sama internasional, seperti dengan mitra di Spanyol dan Turki, namun tetap dengan penyaringan nilai yang ketat agar integritas identitas pesantren tetap terjaga.
Di akhir ujian, Raka menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada kedua dosen pembimbing, Prof. Zuprizal dan Dr. Ita, serta para penguji atas masukan yang membuat kualitas tesisnya menjadi lebih baik. Ia berharap hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi PTAI lainnya di Indonesia dalam menyusun strategi internasionalisasi yang berkelanjutan.
“Semoga temuan mengenai model kerangka kerja strategis ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan pendidikan Islam dan masyarakat luas di masa depan,” tutupnya.
Keberhasilan ujian tesis ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Raka secara pribadi, tetapi juga memperkuat komitmen UGM dalam mendukung riset-riset yang menjaga keseimbangan antara kualitas global dan integritas nilai lokal.
Tags: Magister Manajemen Pendidikan Tinggi, MMPT UGM, Sekolah Pascasarjana UGM, Internasionalisasi Pendidikan Tinggi, Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI), Manajemen Pesantren,SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions), SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)
Penulis: Berlian Belasuni, Raka Fadel D