• UGM
  • IT Center
Universitas Gadjah Mada Program Studi
Magister Manajemen Pendidikan Tinggi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang Kami
    • Latar Belakang
    • Visi, Misi, dan Tujuan
    • Keunggulan
    • Struktur Manajemen
    • Pengelola Program
    • Fasilitas
    • Kehidupan Kampus
    • Galeri
  • Akademik
    • Pengumuman
    • Dokumen Akademik
    • Kurikulum dan Biaya
    • Mata Kuliah
    • Prosedur Admisi
    • Pengajar
  • News
  • Admisi
    • Info Pendaftaran
    • Persyaratan Pendaftaran
    • Prosedur Pendaftaran
    • Registarsi Sekarang
  • Publikasi
  • Akreditasi
    • Appendix ACQUIN
    • Akreditasi Nasional
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Minim Peminat Meski Berprospek Cerah, Candrika Nirajani Bedah Strategi Promosi Prodi Rekayasa Tekstil dalam Seminar Hasil Tesis MMPT UGM

Minim Peminat Meski Berprospek Cerah, Candrika Nirajani Bedah Strategi Promosi Prodi Rekayasa Tekstil dalam Seminar Hasil Tesis MMPT UGM

  • Berita, Opini
  • 26 February 2026, 10.33
  • Oleh: berlian.belasuni
  • 0

Yogyakarta, 26 Februari 2026 – Industri tekstil merupakan sektor yang tidak lekang oleh waktu, namun realita ini tidak selalu berbanding lurus dengan minat generasi muda untuk mendalaminya. Fenomena inilah yang melatarbelakangi Candrika Nirajani Averdawati, mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT) Sekolah Pascasarjana UGM, untuk membedah efektivitas strategi promosi sebuah Program Studi Rekayasa Tekstil di salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Yogyakarta.

Melalui Seminar Hasil Tesis berjudul “Efektivitas Indikator Strategi Promosi sebagai Faktor Penentu dalam Pemilihan Universitas: Studi Kasus Program Studi Rekayasa Tekstil”, Candrika memaparkan temuan risetnya secara komprehensif di hadapan dewan penguji.

Paradoks Program Studi: Prospek Cerah vs Penurunan Mahasiswa Dalam presentasinya, Candrika menyoroti sebuah paradoks. Rata-rata jumlah mahasiswa di prodi tersebut hanya berkisar 15-20 orang per angkatan, dan bahkan mengalami penurunan dengan hanya menerima 9 mahasiswa aktif pada tahun 2024. Angka ini tergolong minim dibandingkan program studi lain di fakultas yang sama.

Padahal, pihak prodi tidak tinggal diam. “Prodi sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya jemput bola. Mulai dari road show ke sekolah-sekolah di berbagai pulau di Indonesia, aktif di pameran pendidikan, menggelar lomba tingkat nasional, hingga menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah dan swasta,” ungkap Candrika.

Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel apa saja yang sebenarnya paling memengaruhi keputusan calon mahasiswa dalam memilih prodi tersebut.

Sumber Informasi & Fasilitas Jadi Kunci Utama Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel mahasiswa angkatan 2021-2024, Candrika menguji tujuh variabel determinan yang dibangun dari Choice College Theory dan Push-Pull Theory.

Hasil uji statistik menunjukkan temuan yang menarik. Dari tujuh variabel yang diuji, enam di antaranya terbukti berpengaruh signifikan terhadap keputusan mahasiswa, yaitu: (1) Sumber Informasi, (2) Fasilitas, (3) Minat, (4) Peringkat dan Reputasi Universitas, (5) Biaya Kuliah, dan (6) Karakteristik Individual.

“Variabel ‘Sumber Informasi’ menduduki peringkat pertama sebagai faktor yang paling kuat memengaruhi keputusan calon mahasiswa, disusul oleh faktor ‘Fasilitas yang Ditawarkan’,” jelasnya. Menariknya, variabel ‘Peran Keluarga’ justru terbukti tidak memiliki pengaruh signifikan (nilai Sig. 0,128) dalam kasus pemilihan prodi ini.

Lebih lanjut, riset ini menemukan adanya kesenjangan (gap) persepsi di kalangan audiens. Berdasarkan wawancara dengan pimpinan prodi, banyak calon mahasiswa yang salah kaprah mengira Prodi Rekayasa Tekstil murni berfokus pada dunia tata busana (fashion). Di sisi lain, penyematan kata “Rekayasa” seringkali menimbulkan kesan rumit atau “mengerikan” bagi sebagian siswa tingkat atas.

Kritik Konstruktif dari Dewan Penguji Sesi diskusi dalam seminar ini berlangsung interaktif dengan berbagai masukan tajam nan konstruktif dari dewan penguji dan pembimbing.

Dr. Ir. Johanes Pramana Gentur Sutapa, M.Sc.Forest.Trop., menyoroti pentingnya menggali motif autentik mahasiswa. “Apakah mereka memilih prodi ini murni karena minat, atau karena adanya tawaran beasiswa? Jika tidak ada beasiswa, apakah mereka tetap memilih prodi ini? Informasi ini sangat krusial dan harus digali lebih dalam,” tegas Dr. Gentur. Beliau juga menyarankan perlunya perbandingan (benchmarking) dengan program studi lain yang memiliki jumlah mahasiswa lebih besar.

Sementara itu, I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph.D., mengingatkan Candrika untuk lebih presisi dalam membaca hasil uji statistik, khususnya terkait variabel ‘Peran Keluarga’ yang terbukti tidak signifikan agar tidak dipaksakan masuk ke dalam model persamaan. Beliau juga memberikan analogi kritis terkait metode pengambilan data. “Mengapa Anda hanya mewawancarai pimpinan prodi? Jika Anda ingin menginvestigasi sebuah restoran, Anda harus mewawancarai pelanggannya, bukan sekadar kokinya,” ujarnya.

Masukan lain juga datang dari Prof. Gregory Ching yang menyarankan agar penelitian ini diperkuat dengan pendekatan mixed-method (campuran kualitatif dan kuantitatif) agar kausalitasnya lebih kokoh dan terhindar dari asumsi sepihak. Dr. phil. Vissia Ita Yulianto, selaku dosen pembimbing, juga sepakat bahwa ketersediaan beasiswa (scholarship) merupakan indikator faktor penarik (pull factor) yang sangat penting untuk dielaborasi lebih lanjut ke depannya.

Melalui seminar hasil ini, diharapkan penelitian Candrika dapat disempurnakan sehingga mampu memberikan rekomendasi strategis dan aplikatif bagi institusi pendidikan tinggi dalam memetakan audiens dan merevitalisasi strategi promosi mereka di masa mendatang.

Tags (SDGs):  SDG 4: Pendidikan Bermutu (Quality Education) – Fokus pada peningkatan mutu dan strategi akses pendidikan tinggi, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) – Terkait relevansi lulusan program studi dengan kebutuhan industri tekstil., SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure) – Dukungan riset dan pendidikan untuk memperkuat sektor industri rekayasa tekstil.

Penulis: Berlian Belasuni

Tags: #QualityEducation #SekolahPascasarjanaUGM and Infrastructure) dan Infrastruktur (Industry Innovation Inovasi MahasiswaUGM ManajemenPendidikan PendidikanTinggi SDG 4: Pendidikan Bermutu (Quality Education) - Fokus pada peningkatan mutu dan strategi akses pendidikan tinggi SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) - Terkait relevansi lulusan program studi dengan kebutuhan industri tekstil. SDG 9: Industri SDGs SeminarTesis StrategiPromosi

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Universitas Gadjah Mada

Universitas Gadjah Mada
Sekolah Pascasarjana
Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT)

Jl. Teknika Utara, Pogung Yogyakarta
Telp. (0274) 544975, 555881, 564239, 901215
Fax. (0274) 564239, 547861
Instagram: @mmpt_sps_ugm
YouTube: MMPT UGM

Links

  • IGSSCI
  • Alumni
  • RSS Feed

Jurnal Online

  • Kawistara
  • Teknosains
  • Publikasi

LAST VISITOR

Flag Counter

© 2020 MMPT Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY