Yogyakarta – Kamis, 29 Januari 2026 – Dilema klasik sering menghantui mahasiswa: fokus mengejar nilai akademik atau aktif di organisasi? Sebuah riset terbaru dari Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT), Sekolah Pascasarjana UGM, memberikan jawaban ilmiah atas perdebatan tersebut.
Dalam forum diskusi akademik yang digelar pada Kamis (29/1/2026), Agustina Sinambela, mahasiswa MMPT UGM, memaparkan temuan menarik: kesibukan di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bukanlah penghambat, melainkan kawah candradimuka untuk mencetak pemimpin masa depan.
Bukan Sekadar Hobi Melalui paparan risetnya yang berjudul “Peran Keaktifan dan Manajemen Waktu terhadap Kepemimpinan Transformasional Mahasiswa dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta,” Agustina menyoroti bahwa UKM memiliki fungsi strategis yang sering diremehkan.
Penelitian yang mengambil sampel mahasiswa aktif di Universitas Sanata Dharma ini membuktikan adanya korelasi positif yang signifikan antara keaktifan organisasi dengan terbentuknya karakter kepemimpinan transformasional.
“Keaktifan mahasiswa di UKM tidak hanya berdampak pada pengembangan minat dan bakat semata. Lebih dari itu, ia berperan vital dalam membentuk karakter kepemimpinan yang menekankan pada visi, inspirasi, dan kemampuan pengelolaan diri,” ujar Agustina dalam diskusi bersama para dosen dan akademisi MMPT.
Kunci Utama: Manajemen Waktu Namun, hasil diskusi menyoroti bahwa aktif saja tidak cukup. Riset ini menemukan variabel kunci lain yang tak kalah penting: Manajemen Waktu.
Agustina menjelaskan bahwa mahasiswa yang mampu menyeimbangkan tuntutan akademik dan tanggung jawab organisasi terpaksa “terlatih” untuk disiplin. Tekanan ini justru mematangkan kompetensi mereka dalam memimpin. Kemampuan membagi waktu inilah yang menjadi jembatan antara sekadar “sibuk” dengan menjadi “produktif dan inspiratif”.
Rekomendasi untuk Perguruan Tinggi Temuan ini menjadi sinyal penting bagi pengelola perguruan tinggi. Pendidikan kepemimpinan tidak cukup hanya diajarkan secara teoritis di dalam kelas.
Forum ini merekomendasikan agar institusi pendidikan tinggi menjadikan UKM sebagai laboratorium kepemimpinan yang serius, bukan sekadar pelengkap. Dukungan pembinaan yang tepat akan melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan visioner.
Diskusi riset ini diharapkan dapat memperkaya literatur manajemen pendidikan tinggi dan menjadi referensi praktis bagi kampus-kampus dalam merancang strategi pengembangan kemahasiswaan yang lebih adaptif.
Tags SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth)
Penulis : Berlian Belasuni