Yogyakarta, 7 Juli 2025, Sebuah terobosan penting bagi dunia pendidikan vokasi penerbangan Indonesia datang dari seorang mahasiswa Program Magister Manajemen Pendidikan Tinggi, Universitas Gadjah Mada (UGM). Melalui penelitian tesisnya yang mendalam, Muhammad Fahmi Umar berhasil merumuskan 17 strategi kunci untuk merevolusi sistem manajemen pengetahuan (knowledge management) di sekolah-sekolah tinggi penerbangan.
Riset yang dilakukan Fahmi ini berfokus pada Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug sebagai studi kasus. Ia mengangkat judul “Strategi Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) di Pendidikan Tinggi Vokasi Penerbangan Indonesia Menggunakan Metode Delphi” dengan tujuan menjawab tantangan besar industri penerbangan modern yang menuntut standar keselamatan dan efisiensi yang sangat tinggi.
Dalam penelitiannya, Muhammad Fahmi Umar mengidentifikasi adanya kebutuhan mendesak untuk menciptakan sistem pengelolaan pengetahuan yang lebih efektif. “Industri penerbangan tidak memberikan ruang untuk kesalahan. Oleh karena itu, institusi pendidikannya harus mampu mengelola dan mentransfer pengetahuan, baik teoretis maupun praktis, secara optimal,” ungkap Fahmi saat menjelaskan latar belakang risetnya.
Untuk membedah masalah ini, Fahmi menerapkan Metode Delphi, sebuah teknik kualitatif untuk menggali dan menyepakati pandangan dari para ahli. Ia memulai dengan wawancara mendalam kepada para pemangku kepentingan, menganalisis hasilnya, dan kemudian mengujikan draf strategi tersebut kepada panel pakar untuk mendapatkan konsensus.
Hasil kerja keras Muhammad Fahmi Umar ini mengkristal pada empat pilar utama yang menjadi fondasi keberhasilan, yaitu:
- Dedikasi Pimpinan yang kuat.
- Budaya Organisasi yang kolaboratif.
- Pemanfaatan Teknologi Informasi secara optimal.
- Integrasi Pengetahuan Teoretis (eksplisit) dan Praktis (tacit) dalam seluruh kegiatan kampus.
Lebih jauh, temuan Fahmi ini secara langsung menawarkan solusi untuk isu krusial mengenai kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar kerja. “Riset ini menyoroti bahwa untuk menghasilkan lulusan yang siap pakai, kita tidak bisa lagi memisahkan teori di kelas dengan praktik di lapangan. Kolaborasi erat dengan industri dan pemanfaatan teknologi untuk simulasi adalah kunci,” tegasnya.
Pada intinya, penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Fahmi Umar ini bukan sekadar tugas akhir akademis, melainkan sebuah cetak biru komprehensif. Rekomendasi strategis yang dihasilkannya diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi para pengambil keputusan di sekolah tinggi vokasi penerbangan untuk merancang kebijakan yang lebih efektif, responsif, dan mampu melahirkan para profesional penerbangan andal yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Tags: #SDG4(QualityEducation) #SDG8(DecentWorkandEconomicGrowth) #SDG9(IndustryInnovationandInfrastructure) #SDG17(PartnershipsToAchieveTheGoals)
Author: Berlian Belasuni
Photo: Doc. MMPT Study Program, SPs UGM