Tentang UGM
IT Center
Perpustakaan
Penelitian
Webmail

STUDY VISIT MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI KUALA LUMPUR – KEDAH MALAYSIA

Oleh Admin
31
Jan
2017

Universitas Gadjah Mada (UGM) mendorong peningkatan kompetensi mahasiswanya khususnya mahasiswa program studi Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT) untuk mencermati upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi melalui sistem pembelajaran yang bermuatan pengamatan dan pengalaman, sehingga mahasiswa mampu untuk mengembangkan wawasan keilmuan manajemen dan perencanaan pendidikan tinggi sebagai dasar pengembangan kualitas penyelenggaraan pendidikan secara berkelanjutan. Proses peningkatan kualitas pendidikan tinggi dapat dilakukan dengan knowledge exchange, benchmark atau study visit yang dimaksudkan sebagai  upaya menambah informasi pengetahuan yang dapat digunakan dalam penetapan standar baru atau perencanaan baru dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi. Disamping itu benchmark atau study visit  digunakan sebagai alat evaluasi mutu, pembanding, dan memetakan posisi dan potensi kemampuan diri guna peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. 

Dipilihnya Malaysia sebagai negara tujuan dari study visit pada tanggal 17 – 20 Januari 2017, dikarenakan Malaysia merupakan negara tetangga terdekat yang memiliki banyak perguruan tinggi yang berkualitas dan beragam. Kebijakan sistem pendidikan tinggi di Malaysia menarik untuk dipelajari sebagai peluang untuk menambah wawasan dan pengetahuan yang nantinya dapat diterapkan sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Tujuan study visit di Malaysia adalah untuk (1) mengetahui proses peningkatan kualitas mutu pendidikan tinggi di Malaysia yang meliputi quality assurance, student service centre, campus fasilities, dan campus planning, (2) tukar informasi pendidikan tinggi di Indonesia khususnya UGM dengan Universitas Kebangsaan Malaysia, Monash University Malaysia, dan Universitas Utara Malaysia, (3) mengetahui kebijakan pendidikan tinggi di Malaysia, (4) meningkatkan, membuka peluang, dan menjaga kerjasama pendidikan secara internasional dengan perguruan tinggi di Malaysia. Adapun peserta study visit merupakan gabungan dari 2 program studi yaitu Magister Manajemen Pendidikan Tinggi  Sekolah Pascasarjana sebanyak 10 mahaiswa dan Ilmu Pendidikan Kedokteran sebanyak 14 mahasiswa dengan 3 orang dosen pendamping yaitu Prof.  Dr.  Ir.  Sahid  Susanto,  M.S., Dr.-Ing. selaku ketua koordinator,  Ir.  Singgih  Hawibowo, dan dr.  Rr.  Titi Savitri  Prihatiningsih,  M.Med.Ed.,Ph.D.

Study visit diawali dengan kunjungan ke Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) yang diterima oleh Director International Relations Centre (UKM Global) yaitu Assoc. Prof. Dr. Yazrina Yahya, Deputy Director (Graduate, Training, and Development) UKM Graduate Centre yaitu Prof. Ir. Riza Sulaiman, Psychology Officer, Student Service Centre yaitu Mdm. Siti Atiqah Moamat Mastam, dan Senior Executive, International Relation Centre (UKM Global) yaitu Mr. Nur Haiqal Rawlins Una Abdullah. Diskusi dalam kunjungan tersebut membahas tentang examples of best practice in Good University Governance, student service and facilities, quality assurance and faculty development program, and possible collaboration in research and student/teacher exchange. Mengakhiri kunjungan, peserta study visit berkeliling untuk melihat sekilas berbagai fasilitas yang ada di kampus UKM yang seluas 1100 hectare seperti gedung perkuliahan, perpustakaan, fasilitas olah raga, masjid, gedung pertemuan, area parkir, dan asrama mahasiswa. 

Kunjungan selanjutnya adalah di Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur untuk mengetahui sejauhmana kebijakan pendidikan tinggi di Malaysia yang disampaikan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof.Dr.Ir.Ari Purbayanto dan Sekretaris I Konsuler Judha Nugraha, S.E., Master of diplomacy and trade. Dalam diskusi disampaikan proses pendidikan di Malaysia mulai dari sekolah dasar sampai dengan pendidikan tinggi dengan mengutamakan soft skill. Pemerintah Malaysia memberikan dukungan sepenuhnya terhadap proses pendidikan baik dari segi pendanaan pendidikan, riset, maupun kebijakan untuk peningkatan sumber daya manusianya termasuk adanya perguruan tinggi asing seperti Monash University Malaysia dan Newcastle University Medicine Malaysia yang merupakan suatu bentuk waralaba pendidikan tinggi dengan mengutamakan brand yang telah dibangun di negara lain yaitu Australia dan Inggris. 

Kegiatan study visit hari ketiga yaitu mengunjungi Universitas Utara Malaysia (UUM) yang terletak di Kedah yang berjarak sekitar 400 km dari Kuala Lumpur. UUM dibangun secara resmi pada 16 Februari 1984 dan merupakan universitas keenam yang ada di Malaysia. Kunjungan di UUM dimulai dari Anjung Tamu dimana seluruh peserta mendapatkan informasi tentang UUM secara umum seperti visi, misi, sejarah, profil, prestasi mahasiswa, dan fasilitas yang ada di UUM. Berbeda dengan study visit di UKM yang melihat manajemen pendidikan tinggi dalam lingkup univeritas, study visit di UUM melihat dalam lingkup fakultas yang berpusat di School of Business Management dan diterima oleh Dekan School of Business Management yaitu Prof. Dr. Haim Hilman Abdullah. Dalam diskusi disampaikan tentang keunggulan UUM yaitu sebagai Green Word Ambassador, nilai – nilai yang diterapkan pada civitas akademika, akreditasi internasional yang dicapai UUM (AACSB), serta peluang kerjasama yang bisa dilakukan antara UUM dan UGM misalnya dalam research collaboration dan student/teacher exchange. Selain berkunjung di School of Business Management, peserta study visit juga mengunjungi dan mendapatkan informasi yang banyak di (1) Institute of  Quality Management dimana UUM menyampaikan kegiatan jaminan mutu yang mereka lakukan sepanjang tahun, akreditasi apa saja yang telah dicapai, serta upaya dalam pencapaian akreditasi nasional dan internasional , (2) Chancellery, (3) U-Assist yaitu kantor layanan mahasiswa (one stop service) baik untuk mahasiswa lokal maupun asing, U-Asssit memberikan kemudahan bagi mahasiswa dengan menggunakan aplikasi online untuk pembayaran, asuransi, kredit transfer, rencana studi, konsultasi, dan kebutuhan mahasiswa lainnya, tersedia juga siswa hotline  yang meliputi UUM IT Service, Student Welfare Helpdesk, Accomodation Helpdesk, UUM Sport Centre, UUM Clinic, Ambulance, dan Balai Polis, (4)  Library, dan yang terakhir adalah (5) Campus Tour, luas UUM sekitar 1300 hectare dimana didalamnya masih terdapat hutan lindung seluas 107 hectare, adapun fasilitas yang ada di UUM cukup lengkap selain gedung perkuliahan asrama mahasiswa, terdapat juga penginapan, taman sarana perkuliahan, lapangan golf, arena go-kart, kawasan bumi perkemahan, arena menembak dan memanah, dan taman penangkaran rusa. 

Study visit hari keempat berkunjung di School Jeffrey Cheah School of Medicine & Health Sciences Monash University Malaysia terpusat Medical Anatomy and Pathology E-learning (MAPEL) Lab/Library and Learning Commons dan diterima oleh Assoc. Prof. Lakshmi Selvaratnam dimana beliau menyampaikan tentang Overview of the Medical Education Unit dan demo tentang Active collaborative learning and MAPEL lab. Disamping pemaparan tentang Pendidikan Kedokteran, disampaikan juga tentang Educational quality and internal accreditation oleh Ms Norisnini Sidek Manager Quality Assurance and Compliance/Education Management dan diteruskan dengan diskusi. Kegiatan di Monash University Malaysia diakhiri dengan mengunjungi perpustakaan dan disampaikan informasi tentang Library and Learning Commons oleh Manager, Research, and Learning yaitu Ms Sara Kuhn.

Dengan adanya kegiatan study visit  diharapkan mahasiswa MMPT UGM memperoleh tambahan pengetahuan dan pengalaman tentang kebijakan dan peningkatan mutu perguruan tinggi yang dapat digunakan sebagai acuan penerapan peningkatan kualitas perguruan tinggi pada masing – masing institusinya. Di sisi lain diharapkan adanya tindak lanjut kerjasama antara perguruan tinggi di Malaysia dengan UGM seperti research collaboration, exchange program, atau bentuk kerjasama lainnya.